Jembatan Penyeberangan atau Pasar Tumpah?

Standard
Luber deh..

Luber deh..

Hari Senin kemarin bertepatan dengan hari libur tahun baru China aku jalan2 dan belanja di Carrefour Blok-M Square. Bangunannya masih baru, katanya bangunan itu direnovasi karena dulunya terbakar. Sebelum ke situ aku jalan2 ke Blok-M Plaza dengan menyeberangi jembatan penyeberangan, OMG!! ini jembatan apa pasar tumpah, bayangkan hampir 1/3 badan jembatan untuk memajang barang jualannya, 1/3 lagi untuk penjual yang sedang melayani calon pembeli maupun calon pembeli yang sekedar melihat, 1/3 bagian sisanya untuk para penyebrang jalan dari dua arah. Barang yang mereka jual berupa pakaian, kacamata, VCD/DVD, poster, jam tangan dll. Dagangan dipajang dengan cara digantung di tiang2 maupun dengan menggunakan meja2 kecil yang disusun, lucunya lagi ada salah satu pedagang pakaian yang menggunakan gantungan baju sepanjang 1-1,5 meter untuk menggantung pakaian mereka pada hanger. Hmmm.. disamping itu banyak dari penjual yang duduk2 diatas pagar jembatan, bayangkan ketidak tertiban ini, bagaimana jika mereka terjatuh dan tertabrak mobil yang lalu lalang dibawahnya. Selain itu terlihat juga sampah yang berserakan di pojok2 tiang bekas makanan dan sampah dari para pedagang ini. Itu belum para pengamen yang dengan setia menggendong anaknya di sudut tangga pada jembatan itu. Ehmm, ga kebayang jembatan yang segitu bagaimana kekuatan yang bisa dia tahan. Bagaimana jika suatu saat jembatan itu rubuh, pastinya akan banyak korban yang cidera.

Di Jakarta ini tak susah kita menemukan “eplek-eplek” penjual kaki lima dimana-mana, banyak juga pengemis, penjual keliling dimana-mana. Inilah salah satu sisi kehidupan kota metropolitan yang menarik, disisi lain gedung2 perkantoran dan apartemen yang begitu bersih dan mahal tentunya, ada juga sisi2 kaum miskin yang entah mereka bisa bertahan sampai kapan. Kadang heran kenapa orang2 pedagang ini bisa dengan mudah ditemui dimana-mana, bagaimana dengan perijinan, bagaimana pihak pemkot memanage mereka.. tentunya jika pemkot peduli, para pedagang ini tidak akan terlihat seenaknya di tempat2 umum maupun di jembatan penyeberangan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s