Fatwa MUI : Rokok Haram

Standard

Baru-baru ini forum Ijtimak Ulama komisi fatwa se-Indonesia III memutuskan bahwa rokok haram untuk anak2, remaja, dan wanita hamil, rokok juga diharamkan untuk dihisap di tempat umum. (sumber : Batampos.co.id )

Agak aneh memang, biasanya hukum haram menurut Islam sangat jelas2 tercantum dalam Al-Qur’an dan hadist, baik berupa tindakan2 dan batasan-batasannya maupun imbalan/dosa yang akan ditanggung pelakunya. Memang merokok tidak baik bagi kesehatan, banyak zat-zat racun yang ada didalamnya. Banyak juga kematian yang diakibatkan dari asap rokok ini, baik perokok aktif maupun inactive. Iklan dan demo anti merokok sudah gencar kita dengar tetapi tak banyak mereka yang mau mendengar, bahkan pada kemasan rokok pun sudah ada anjuran pemerintah tentang bahaya merokok, yaitu menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Beberapa negara maju pun sudah tidak memperbolehkan iklan di TV dan billboard, tetapi tetap saja jumlah perokok masih tetap banyak. Di Jakarta sendiri beberapa tahun yang lalu diberlakukan larangan merokok di tempat umum, tapi toh nyatanya masyarakat maupun aparat sendiri masih banyak yang merokok. Bahkan kadang kita menemui para pejabat pemerintahan kita yang terlihat merokok di ruang sidang/kantor. Mungkin merokok memang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Merokok, bagi sebagian orang memang terasa nikmat. Entah, bagai tersugesti, seolah-olah suasana akan terasa lebih akrab dengan merokok ketika sedang ngobrol dengan teman-teman, ketika sehabis makan, ketika perasaan sedang gundah, sebagai teman ketika kita sedang BAB, bahkan dari beberapa cerita bahwa ketika kita bercinta dengan pasangan kita akan lebih indah ketika diselingi dengan merokok.

Menyuruh orang yang merokok untuk tidak merokok tentunya memerlukan proses dan memerlukan media pengalih yang sesuai, ada yang bisa meninggalkan rokok dengan mengganti rokok dengan permen, ada yang sibuk dengan olahraga, atau berhenti secara bertahap dengan mengurangi jumlah rokok yang dia konsumsi per hari.

Merokok dari dulu menurut Islam lebih dianggap sebagai aktivitas yang “makruh” yaitu jika ditinggalkan mendapatkan pahala, tetapi kalau dilakukam tidak mendapatkan dosa, dulu ada juga yang beranggapan bahwa merokok adalah “mubah” yaitu perbuatan yang jika dilakukan syah2 saja, tidak mendapatkan dosa maupun pahala. Karena memang di dalam Al-Quran dan Al-Hadist tidak ada yang menyebutkan hukum merokok. Tetapi kalau ditilik kebelakang, memang kita tidak diperbolehkan merusak/mendzolimi diri sendiri, jadi apakah merokok ini merusak diri kita? Kebanyakan orang pasti setuju berpendapat “iya”, tetapi apa hukumnya?

Hukum merokok haram bagi anak kecil, remaja dan wanita hamil, serta di tempat umum, terasa istilah “haram” ini kok memakai kondisi, bukannya haram itu bersikap menetap, tidak pandang bulu, usia, gender serta tempat. Misal, ketika anak kecil tidak boleh merokok mereka pasti punya impian untuk segera besar agar bisa merokok. Anak remaja juga pasti akan mengaku bahwa mereka sudah dewasa dan boleh merokok. Lalu, bagi pihak2 yang dinyatakan haram merokok, apakah sangsi yang mereka dapatkan? bukankah haram itu yang mempunyai kehendak adalah Allah. Kemudian, bagaimana hubungan antara merokok dengan mengganja? Apakah dosanya akan sama? Hukumnya bagaimana?

Menurut saya, MUI kurang tegas dan kurang mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat luas, andai saja hari ini saya tidak menyempatkan mencari informasi tentang ini di internet, pasti saya tidak tahu siapa saja yang masuk kategori haram menurut MUI. Juga seandainya memang ingin menyuruh orang untuk berhenti merokok mengapa harus memberikan fatwa haram? kenapa tidak menggunakan peraturan pemerintah saja, yang lebih aman dari embel2 agama, yang menurut saya kalau ini benar2 disiplin dijalankan maka hasilnya akan lebih baik daripada sebuah fatwa haram tetapi hanya setengah-setengah.

2 thoughts on “Fatwa MUI : Rokok Haram

  1. mengapa MUI tidak tegas tentang fatwa rokok? karena sebagian pengurus MUI juga ahli hisab (perokok):mrgreen:

    kalau mau indonesia bebas rokok, pabrik rokok jangan di tutup. tapi rokok yang di produksi di indonesia di export aja keluar negeri..🙂

  2. ay

    emang nih fatwa makin lama ga jelas banget…
    setuju ama kitong, mending rokoknya di ekspor, biar yang di luar gampang dapetin rokok lokal…hahahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s