Switching Concept – 1

Standard

Seperti biasa setiap minggu pagi jam 9 aku harus masuk kursus setelah 2 minggu ini libur Natal dan Tahun Baru. Ada 1 temanku Heri tidak masuk, katanya lagi sakit.

Minggu ini kita membahas tentang Switching Concept, yaitu apa itu LAN Switching, Konfigurasi switch, Spanning Tree Protocol (STP), Virtual LAN (VLAN), Konfigurasi VLAN, VLAN Trunking, Virtual Trunking Protocol (VTP), Inter-VLAN Routing. Hmm, Lumayan juga ya?

Jadi, Switch dalam network adalah sebuah device yang tugasnya meliputi beberapa fungsi diantaranya sebagai filtering, flooding, dan mengirimkan frames. Switch bekerja menggunakan destination address pada masing-masing frame yang dikirimkan.

Dalam network, segmentasi memungkinkan kelambatan jaringan (Network Congestion) untuk dikurangi secara signifikan dalam setiap segmen dengan cara mengisolasi traffik antar segmen. Yaitu menggunakan Brigde, Switch dan Router.

Cara kerja Switch sendiri yaitu : meneruskan paket berdasarkan alamat tujuan MAC Address, meneruskan ketika tujuan berada di interfase yang berbeda (beda port), mencari tahu apakah MAC Address sudah ada di dalam table belum, mengirimkan kesemua port ketina alamat tujuan dikirim secara broadcast/multicast atau tidak diketahui (unknown). LAN Switch ibarat multiport bridges dengan tidak ada collision domain yang besar karena segmentasi yang kecil (setiap port mempunyai collision domain sendiri-sendiri).

Secara bandwidth yang digunakan switch dibagi menjadi dua type : yaitu Symmetric dan Asymmetric. Symmetric berarti bahwa switch itu menyediakan koneksi switch antara port dengan bandwidth yang sama, sedangkan Asymmetric adalah dimana koneksi switch diantara port tidak sama misalnya kombinasi 10 Mbps dan 100 Mbps. Asymmetric memungkinkan “melebihkan bandwidth” untuk didesikasikan ke port yang digunakan untuk server sehingga menjegah terjadinya bottleneck.

Metode Switching 4 yaitu Store and Forward ~ dimana switch akan menyimpan terlebih dahulu semua paket yang disimpan sebelum akhirnya dilanjutkan kembali ke tujuan. Cut through ~ kebalikan dari store and forward, cut through langsung saja mengirimkan frame yang telah sampai di switch sebelum semua frame diterima oleh switch. Fast Forward ~ dimana metode ini secara langsung meneruskan paket setelah membaca destination address tanpa melakukan error checking pada trailer frame itu. Fragment Free ~ yaitu melakukan error checking terlebih dahulu sebelum meneruskan paket frame dengan cara memfilter collision fragment.

Selain itu switch merupakan device yang masuk dalam layer 2 dan layer 3 pada Model OSI. Switching menggunakan layer 2 berdasarkan informasi MAC address, sedangkan menggunakan layer 3 berdasarkan dari Network Layer Address atau IP Address. Contoh switch yang bisa masuk ke layer 2 dan 3 adalah SwitchCore, salah satu fiturnya membagi porrt-port tententu hanya bisa diakses untuk bbrp IP tertentu saja.

Hmm, dah capek ya? entar deh untuk confignya dilanjutin ke part 2 ya..

One thought on “Switching Concept – 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s