Antara kenyataan dan harapan…

Standard

kenyataan dan harapan… dua buah variable yang selama ini dikait-kaitkan dengan kepuasan seseorang.. kenyataan yang terjadi saat ini belum tentu menjadi keinginan dan harapan kita, begitu juda kengan harapan yang kita inginkan belum tentu menjadi kenyataan yang bakal terwujud.. karena itu tergantung usaha dan kata orang keberuntungan kita..

kadang seseorang dengan “kadar” usahanya kurang tetapi “dimata orang” dia lebih berhasil dibandingkan dengan orang yang secara membanting tulang mencari penghidupan yang lebih baik(menurut mereka) tetapi kenyataannya tidak seperti bayangan orang2 akan istilah “mapan”.. yah.. kehidupan memang mencari jalannya sendiri2.. kita ga pernah tau akan apa yang menimpa jalan hidup kita..

melihat kehidupan bagaikan melihat pohon pear yang sedang tumbuh di ke4 musim.. musim dingin, semi, panas dan gugur.. di musim gugur pohon pear akan terlihat sangat kurang menarik, dengan kondisi tanpa daun hanya nampak batang kerontang saja, di musin semi kita akan melihat dedaunan mulai tumbuh dan menjadikannya lebih indah.. dimusin panas, bunga akan mekar menambah dan bau harum pun melengkapi indahnya suasana pohon tsb sampai berbuah dan jatuh di musim gugur…

begitu juga dengan kehidupan kita ini… kita akan menemui beberapa musin, entah itu berupa penderitaan di musim dingin atau kesenangan2 di ketiga musim lainnya… apakah penderitaan di salah satu musin akan menghilangkan keindahan ketiga musim yang lain, aku harap jangan sampai..

memikirkan tentang perumpamaan pohon pear sepertinya juga “kita tidak bisa menilai sesuatu dari salah satu sisi saja” seperti pohon pear akan terlihat jelek jika kita lihat di musim dingin, tetapi tidak jika dilihat di musin lainnya…

yah tak terkecuali dengan hidupku… kadang orang menilai kehidupanku berjalan dengan sewajarnya, tetapi kadang batinku mengatakan lain, dan mungkin juga orang laen mengartikannya yang laen(blom sama sekali), yang jelas mungkin masih jauh dari angan dan harapan.. karena pada dasarnya semua itu tidak bisa di nilai kan dengan apapun.. tak bisa ditimbangkan tak dapat diukurkan.. karena akan ada banyak variable2 yang ada padanya..

yah asal mau mencoba dan tetap bertahan, walau bagaimanapun situasi+keadaan… kata “nanti” memang tidak ada yang bisa memberikan garansi.. kecuali sesembahanku disana.. pasrah dan menyerahkan segala sesuatu padaNya.. dan tetap berusaha.. sesuai “ukuran”ku tentunya.. karena2 lagi2 ukuran setiap orang itu berbeda… karena setiap orang itu berbeda.. ya toww??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s